Aturan penjadwalan produksi

Production order dijadwalkan secara otomatis tergantung hal-hal berikut:

  • Posisi production order dalam antrean.
    Production order dengan posisi lebih tinggi dijadwalkan terlebih dahulu.
  • Tanggal mulai production order.
  • Urutan operasi di bill of material (BOM).
  • Interval perencanaan departemen produksi.
  • Ketersediaan work center atau work center type.

Untuk setiap production order, langkah-langkah penjadwalan adalah sebagai berikut:

  1. Tentukan urutan operasi sebagai berikut:
    • Jika semua operasi memakai komponen dari stok, ambil urutan dari tab Operasi BOM.
    • Jika sebuah operasi memakai komponen yang harus diproduksi, sertakan urutan operasi dari BOM komponen. Dalam urutan yang dihasilkan, operasi-operasi ini mendahului operasi yang memakai komponen tersebut.
  2. Jadwalkan operasi dari urutan.

Menjadwalkan operasi dari urutan

Operasi dijadwalkan sesuai dengan aturan berikut:

  1. Temukan work center type yang ditugaskan untuk operasi.
  2. Temukan work center yang termasuk ke dalam work center type.
  3. Temukan Interval perencanaan departemen produksi yang menyertakan work center type.
  4. Periksa ketersediaan work center. Jika work center type tidak ditugaskan ke suatu operasi, periksa jadwal kerja perusahaan yang ditentukan dalam production order.
  5. Tentukan tanggal mulai operasi sebagai berikut:
    • Jika suatu operasi berada di urutan pertama, tanggal mulainya adalah tanggal mulai production order.
    • Jika suatu operasi TIDAK berada di urutan pertama, tanggal mulainya adalah tanggal yang paling dekat dengan tanggal akhir operasi sebelumnya.
  6. Untuk setiap operasi, tentukan berapa kali operasi tersebut dilakukan untuk menghasilkan kuantitas produk yang dipesan. Lakukan salah satu hal berikut:
    • Jika di dalam BOM, kotak centang Tetap dikosongkan untuk suatu operasi, hitung jumlah operasi dengan formula berikut:

    Kuantitas operasi = Kuantitas produk dalam production order / Kuantitas produk di BOM

    Jika angka yang dihasilkan bukan bilangan bulat, bulatkan ke atas.

    • Jika dalam BOM, kotak centang Tetap dipilih untuk suatu operasi, asumsikan operasi tersebut dilakukan satu kali.
  7. Untuk setiap operasi, jadwalkan kuantitas operasi yang ditentukan pada interval perencanaan yang paling dekat dengan tanggal mulai operasi sesuai dengan ketersediaan work center atau jadwal kerja perusahaan.
  8. Untuk setiap operasi, tentukan waktu akhir sebagai berikut:

    a. Temukan interval perencanaan terakhir yang dijadwalkan untuk operasi.

    b. Ambil waktu akhir interval ini.

Contoh penjadwalan produksi

Antrean production order berisi dua production order:

Nomor Deskripsi Prioritas Tanggal mulai Tanggal jatuh tempo
01 Production order untuk 2 bangku Tinggi 03.07.2020 06.07.2020
02 Production order untuk 8 bangku Sedang 03.07.2020 06.07.2020

BOM untuk 1 bangku mencakup:

Operasi

Nomor operasi Operasi berikutnya Operasi Waktu standar Tetap
1 0 Perakitan bangku 1 mnt Tidak

Komponen

Komponen Kuantitas Satuan Operasi Produksi Bill of material
Kaki bangku 4 buah Perakitan bangku Ya BOM kaki bangku untuk 5 kaki
Dudukan bangku 1 buah Perakitan bangku Tidak

Work center type tidak ditugaskan untuk operasi Perakitan bangku. Ini berarti perusahaan dapat melakukan operasi ini beberapa kali pada tanggal berapa pun dalam jadwal kerja perusahaan. Jadwalnya adalah 5 hari kerja dalam seminggu yang dimulai dari Senin. Hari kerja berlangsung dari jam 08.00 hingga 17.00.

BOM kaki bangku untuk 5 kaki mencakup:

Operasi

Nomor operasi Operasi berikutnya Operasi Waktu standar Tetap
1 0 Pengasahan kayu 10 mnt Tidak

Komponen

Komponen Kuantitas Satuan Operasi Produksi Bill of material
Balok 2 m Pengasahan kayu Tidak

Detail work center type yang ditugaskan ke operasi Pengasahan kayu:

Operasi Waktu standar Work center type Work center Departemen Interval perencanaan
Perakitan bangku 10 mnt Peralatan pengasahan kayu Mesin pengasahan kayu Produksi 5 mnt

Detail ini menunjukkan bahwa mesin Pengasah kayu ditugaskan ke operasi Pengasahan kayu. Operasi ini dilakukan di departemen Produksi dengan interval perencanaan 5 menit. Mesin Pengasahan kayu tersedia sesuai dengan jadwal ketersediaannya.

Alur penjadwalan

Alur penjadwalan mencakup:

  • Production order 01
  • Production order 02

Production order 01

Production order 01 untuk 2 bangku berada di urutan pertama dalam antrean. Jadi, production order tersebut dijadwalkan pertama.

Langkah penjadwalannya adalah sebagai berikut:

  1. Berdasarkan BOM, langkah-langkah berikut harus diikuti untuk menghasilkan 1 bangku:
    • Selesaikan 1 operasi Perakitan bangku.
    • Buat 4 kaki bangku sebelum melakukan operasi Perakitan bangku.
    • Untuk membuat 4 kaki bangku, selesaikan operasi Pengasahan kayu.
      Jadi, urutan operasi untuk production order 01 dimulai dengan Pengasahan kayu. Operasi berikutnya dan yang terakhir adalah Perakitan bangku.
  2. Jadwalkan operasi untuk production order 01.

Menjadwalkan operasi untuk production order 01

Operasi untuk production order 01 dijadwalkan sebagai berikut:

  1. Tentukan hal-hal berikut:
    • Peralatan Pengasahan kayu ditugaskan untuk operasi Pengasahan kayu.
    • Tidak ada work center type yang ditugaskan untuk operasi Perakitan bangku.
  2. Tentukan bahwa peralatan Pengasahan kayu mencakup mesin Pengasahan kayu.
  3. Tentukan hal-hal berikut:
    • Interval perencanaan untuk operasi Pengasahan kayu adalah 5 menit.
    • Interval perencanaan untuk operasi Perakitan bangku tidak ditetapkan.
  4. Tentukan hal-hal berikut:
    • Mesin Pengasahan kayu tersedia 9 jam per hari dari jam 08.00 hingga 17.00.
      Hari kerja apa pun tersedia untuk menjadwalkan operasi.
    • Jadwal kerja perusahaan adalah 9 jam per hari dari jam 08.00 hingga 17.00.
      Hari kerja apa pun tersedia untuk menjadwalkan operasi.
  5. Tentukan bahwa tanggal mulai production order adalah 03.07.2020.
  6. Hitung berapa kali operasi harus dilakukan:
    • Untuk operasi Pengasahan kayu, pertimbangkan bahwa ada 2 bangku yang dipesan. Untuk 2 bangku, diperlukan 8 kaki. BOM kaki bangku menyebutkan bahwa 1 operasi Pengasahan kayu menghasilkan 5 kaki. Maka, operasi ini harus dilakukan 2 kali.
    • Untuk operasi Perakitan bangku, pertimbangkan bahwa ada 2 bangku yang dipesan. BOM bangku menyebutkan bahwa 1 operasi Perakitan bangku menghasilkan 1 bangku. Maka, operasi ini harus dilakukan 2 kali.
  7. Masukkan operasi Pengasahan kayu ke dalam jadwal produksi. Terapkan hal-hal berikut:
    • Mesin Pengasahan kayu tersedia pada hari kerja apa pun. Kemudian, tanggal mulai operasi adalah tanggal mulai producton order yakni 03.07.2020. Tanggal mulai operasi adalah tanggal mulai mesin yakni 08.00.
    • Waktu standar operasi adalah 10 menit. Dalam contoh ini, diperlukan 2 Interval perencanaan selama 5 menit.
    • Operasi ini harus dilakukan 2 kali. Maka, diperlukan 4 Interval perencanaan.

      Tanggal

      03.07.2020

      Interval perencanaan

      08.00.00

      08.04.59

      08.05.00

      08.09.59

      08.10.00

      08.14.59

      08.15.00

      08.19.59

      08.20.00

      08.24.59

      12
      interval perencanaan

      09.25.00

      09.29.59

      09.30.00

      09.34.59

      Mesin pengasahan kayu

      PO1WS

      PO1WS

      PO1WS

      PO1WS

      yang mana:
      PO1WS - Production order 01, operasi Pengasahan kayu

  8. Masukkan operasi Perakitan bangku ke dalam jadwal produksi. Terapkan hal-hal berikut:
    • Hari kerja apa pun tersedia pada jadwal kerja perusahaan. Maka tanggal mulai operasi adalah tanggal mulai production order yakni 03.07.2020.
    • Operasi sebelumnya berakhir pada jam 08.19.59. Maka waktu mulai operasi ini adalah 08.20.
    • Work center type tidak ditugaskan untuk operasi Perakitan bangku. Kemudian, asumsikan bahwa perusahaan memiliki kapasitas yang tidak terbatas untuk melakukan operasi ini dalam Waktu standar. Maka, diperlukan waktu 1 menit untuk melakukan 2 operasi.

      Tanggal

      03.07.2020

      Interval perencanaan

      08.00.00

      08.04.59

      08.05.00

      08.09.59

      08.10.00

      08.14.59

      08.15.00

      08.19.59

      08.20.00

      08.24.59

      12
      interval perencanaan

      09.25.00

      09.29.59

      09.30.00

      09.34.59

      Mesin pengasahan kayu

      PO1WS

      PO1WS

      PO1WS

      PO1WS

      Perusahaan

      PO1SA

      yang mana:

      PO1WS - Production order 01, operasi Pengasahan kayu
      PO1SA - Production order 01, operasi Perakitan bangku

Production order 02

Production order 01 untuk 2 bangku dijadwalkan. Maka, jadwalkan Production order 02 untuk 8 bangku.

Langkah penjadwalannya adalah sebagai berikut:

  1. Tentukan urutan operasi sama seperti untuk Production order 01.
  2. Jadwalkan operasi untuk Production order 02.

Menjadwalkan operasi untuk production order 02

Operasi untuk production order 02 dijadwalkan sebagai berikut:

  1. Tentukan hal-hal berikut:
    • Mesin Pengasahan kayu digunakan untuk production order 01 pada tanggal 03.07.2020 hingga jam 08.19.59. Kemudian, mesin tersedia dari jam 08.20 hingga 17.00.
    • Pada jadwal kerja perusahaan, 03.07.2020 tersedia untuk penjadwalan operasi dari jam 08.00 hingga 17.00.
  2. Tentukan bahwa tanggal mulai production order adalah 03.07.2020.
  3. Hitung berapa kali sebuah operasi harus dilakukan:
    • Untuk operasi Pengasahan kayu, pertimbangkan bahwa ada 8 bangku yang dipesan. Untuk 8 bangku, diperlukan 32 kaki. BOM kaki bangku menyebutkan bahwa 1 operasi Pengasahan kayu menghasilkan 5 kaki. Maka, operasi ini harus dilakukan 7 kali.
    • Untuk operasi Perakitan bangku, pertimbangkan bahwa ada 8 bangku yang dipesan. BOM bangku menyebutkan bahwa 1 operasi Perakitan bangku menghasilkan 1 bangku. Maka, operasi ini harus dilakukan 8 kali.
  4. Masukkan operasi Pengasahan kayu ke dalam jadwal produksi. Terapkan hal-hal berikut:
    • Waktu mulai operasi adalah 08.20.
    • Waktu standar operasi adalah 10 menit. Dalam contoh ini, diperlukan 2 Interval perencanaan selama 5 menit.
    • Operasi ini harus dilakukan 7 kali. Maka, diperlukan 14 Interval perencanaan.

      Tanggal

      03.07.2020

      Interval perencanaan

      08.00.00

      08.04.59

      08.05.00

      08.09.59

      08.10.00

      08.14.59

      08.15.00

      08.19.59

      08.20.00

      08.24.59

      12
      interval perencanaan

      09.25.00

      09.29.59

      09.30.00

      09.34.59

      Mesin pengasahan kayu

      PO1WS

      PO1WS

      PO1WS

      PO1WS

      PO2WS

      PO2WS

      PO2WS

      Perusahaan

      PO1SA

      yang mana:

      PO1WS - Production order 01, operasi Pengasahan kayu
      PO1SA - Production order 01, operasi Perakitan bangku
      PO2WS - Production order 02, operasi Pengasahan kayu

  5. Masukkan operasi Perakitan bangku ke dalam jadwal produksi. Terapkan hal-hal berikut:
    • Tanggal mulai operasi adalah 03.07.2020.
    • Waktu mulai operasi adalah 09.30. Untuk production order 02, ini adalah waktu akhir operasi Pengasahan kayu.
    • Work center type tidak ditugaskan untuk operasi Perakitan bangku. Kemudian, asumsikan bahwa perusahaan memiliki kapasitas yang tidak terbatas untuk melakukan operasi ini dalam Waktu standar. Maka, diperlukan waktu 1 menit untuk melakukan 7 operasi.

      Tanggal

      03.07.2020

      Interval perencanaan

      08.00.00

      08.04.59

      08.05.00

      08.09.59

      08.10.00

      08.14.59

      08.15.00

      08.19.59

      08.20.00

      08.24.59

      12 interval perencanaan

      09.25.00

      09.29.59

      09.30.00

      09.34.59

      Mesin pengasahan kayu

      PO1WS

      PO1WS

      PO1WS

      PO1WS

      PO2WS

      PO2WS

      PO2WS

      Perusahaan

      PO1SA

      PO2SA

    yang mana:
    PO1WS - Production order 01, operasi Pengasahan kayu
    PO1SA - Production order 01, operasi Perakitan bangku
    PO2WS - Production order 02, operasi Pengasahan kayu
    PO2SA - Production order 02, operasi Perakitan bangku
    Kedua production order yang ada di dalam antrean ini dijadwalkan.

Icon/Social/001 Icon/Social/006 Icon/Social/005 Icon/Social/004 Icon/Social/002